Krisis Air Bersih Tanjung Sengkuang, BP Batam Targetkan Dua Pekan Aliran Kembali Normal
Batam24.com l Batam – Persoalan krisis air bersih yang melanda Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, terus menjadi perhatian serius. Dalam rapat bersama warga dan unsur terkait yang digelar di kantor Lurah Tanjung Sengkuang, Senin (19/1/2026) sore, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait menegaskan komitmennya untuk segera mencari solusi konkret.
Dalam pertemuan tersebut, Deputi BP Batam secara langsung mengajak pihak ABH dan pengelola untuk segera menggelar rapat lanjutan guna mempercepat penyelesaian persoalan distribusi air bersih yang telah berlangsung selama enam bulan terakhir.
Ariastuty menyampaikan target waktu penanganan, yakni dalam kurun dua minggu ke depan aliran air bersih ke wilayah Tanjung Sengkuang diharapkan kembali lancar. Hal ini menyusul keluhan lebih dari 4.000 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 12 RW dan selama ini terdampak mati air berkepanjangan.
Sebagai langkah darurat, BP Batam dan pihak ABH menyatakan bahwa suplai air bersih akan diprioritaskan terlebih dahulu untuk fasilitas pelayanan publik, seperti tempat ibadah, puskesmas, dan sekolah, sembari menunggu normalisasi distribusi air ke pemukiman warga.
Perwakilan Ketua RT dan RW pun mendesak agar pihak ABH segera mengambil kebijakan strategis, termasuk penambahan suplai air bersih, guna menjamin kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.
Sementara itu, Lurah Tanjung Sengkuang, Muhammad Al Kindi Ambiya S, STP, menyampaikan rasa prihatin mendalam atas kondisi yang dialami warganya. Ia berharap permasalahan kekeringan air ini dapat segera teratasi dan tidak memicu gesekan sosial di kemudian hari.
“Kami mohon masyarakat tetap bersabar. Saat ini masih menunggu pergantian dan penyesuaian tangki air suplai dari ABH. Semoga melalui rapat dan koordinasi ini, persoalan air bersih segera menemukan titik terang,” ujar Lurah Al Kindi dengan nada penuh keprihatinan.
Rapat yang juga dihadiri Bhabinkamtibmas Polsek Batu Ampar dan Babinsa tersebut diakhiri dengan harapan adanya sinergi nyata antara pemerintah, pengelola air, dan masyarakat agar krisis air bersih di Tanjung Sengkuang dapat segera diselesaikan secara menyeluruh dan berkelanjutan. (Rara)





