Panen Jagung Tahap Ketiga Sukses, Briptu Rizki Adrian Terus Berikan Pendampingan
Lingga – Komitmen Polri dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional terus diwujudkan melalui pendampingan kepada para petani. Salah satunya dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Bukit Belah, Briptu Rizki Adrian, yang turut mendampingi petani melaksanakan panen jagung pipil di Desa Bukit Belah, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan panen dilaksanakan di lahan seluas sekitar 2 hektare dengan hasil panen mencapai kurang lebih 2 ton jagung pipil. Setelah dipanen, hasil jagung langsung diangkut menuju gudang penyimpanan untuk dilakukan proses pemipilan secara bertahap. Selanjutnya, jagung dijemur dan dioven guna menurunkan kadar air sehingga kualitas hasil panen tetap terjaga sebelum dipasarkan maupun disimpan.
Selain mendampingi proses panen, Briptu Rizki Adrian juga melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemilik kebun guna mengetahui berbagai kendala yang dihadapi selama proses penanaman dan perawatan tanaman jagung. Pendampingan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberikan motivasi serta solusi bersama demi meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.
Kapolres Lingga AKBP Dr. Pahala Martua Nababan, S.H., S.I.K., M.H., Kapolsek Singkep Barat IPTU Young Risa, S.Sos., mengatakan bahwa kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan dukungan terhadap program-program strategis pemerintah.
"Polri akan terus hadir mendampingi para petani sebagai bentuk dukungan nyata terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional. Sinergi yang kuat antara Polri, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, mewujudkan swasembada pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Program penanaman jagung pipil tahap pertama yang dimulai pada April 2026 dengan luas lahan 5 hektare kini telah selesai dipanen secara bertahap, terdiri dari panen pertama seluas 2 hektare, panen kedua 1 hektare, dan panen ketiga 2 hektare. Sementara itu, penanaman tahap kedua seluas 1,5 hektare yang dilaksanakan pada Juni 2026 masih dalam tahap pertumbuhan.
Meski hasil panen kali ini belum mencapai target maksimal akibat gangguan hama tikus dan monyet, serta pengaruh kondisi cuaca dan kualitas tanah, Bhabinkamtibmas akan terus melakukan pendampingan dan berkoordinasi dengan pemilik kebun maupun instansi terkait agar hasil panen pada musim berikutnya dapat lebih optimal. (Rara)

