Kapolda Kepri dan Wali Kota Batam Perluas Peluang Kerja bagi Penyandang Disabilitas Lewat Program Poliran
BATAM, Batam24.com – Polda Kepulauan Riau (Kepri) bersama Pemerintah Kota Batam terus mendorong terciptanya kesempatan kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) dengan memberikan pelatihan kewirausahaan sebagai bekal meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi.
Komitmen itu ditegaskan Kapolda Kepri Irjen Pol. Suhendri, S.H., S.I.K., M.PSDM., bersama Wali Kota Batam saat menghadiri penutupan Pelatihan Kewirausahaan bagi Penyandang Disabilitas dan Pendamping Tahun 2026 di Nagoya Hill, Batam, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., Irwasda Polda Kepri, pejabat utama Polda Kepri, Kapolresta Barelang, perwakilan DPRD, jajaran perangkat daerah, perusahaan, kepala sekolah luar biasa (SLB), serta para peserta pelatihan.
Dalam kesempatan itu, Kapolda Kepri mengapresiasi Pemerintah Kota Batam yang telah memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan kemampuan melalui pelatihan kewirausahaan.
Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki potensi dan kemampuan yang patut mendapatkan kesempatan sama dalam dunia kerja maupun kegiatan ekonomi produktif.
“Hal yang dibutuhkan saudara-saudara kita bukanlah sekadar rasa kasihan, melainkan kepercayaan dan kesempatan. Ketika kesempatan diberikan, mereka mampu membuktikan bahwa karya dan prestasi tidak mengenal batas,” ujar Kapolda Kepri.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa keterbatasan fisik bukan alasan untuk membatasi seseorang dalam berkarya, berprestasi, maupun memperoleh pekerjaan yang layak.
Sementara itu, Wali Kota Batam menilai pelatihan kewirausahaan merupakan langkah strategis untuk membangun kemandirian penyandang disabilitas. Namun, menurutnya, pelatihan tidak boleh berhenti sebatas kegiatan seremonial maupun pemberian sertifikat.
Diperlukan tindak lanjut berupa dukungan permodalan, pendampingan usaha, serta akses yang lebih luas terhadap lapangan pekerjaan. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh peserta dapat dimanfaatkan untuk membangun usaha dan meningkatkan taraf kesejahteraan keluarga.
Melalui Program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), Polda Kepri juga mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam memperluas penyerapan tenaga kerja melalui konsep 3M, yakni Merekrut, Melatih, dan Menyalurkan tenaga kerja.
Program tersebut menjadi bagian dari Program Prioritas Kapolri Quick Wins 1, Pengungkit 3, Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), yang menitikberatkan pada peran aktif Polri dalam membantu masyarakat memperoleh kesempatan kerja sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan dunia usaha.
Dampak positif kegiatan tersebut turut dirasakan para peserta. Salah seorang peserta, Rian, mengaku bersyukur dapat mengikuti pelatihan karena memperoleh motivasi serta tambahan keterampilan untuk mengembangkan kemampuan diri.
Ia berharap ilmu yang didapatkan selama pelatihan dapat menjadi modal untuk lebih mandiri, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kesempatan memperoleh pekerjaan.
Polda Kepri menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, perusahaan, dan berbagai elemen masyarakat dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang ramah disabilitas.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya membantu mengurangi angka pengangguran, tetapi juga membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Dengan kesempatan yang setara, penyandang disabilitas diharapkan mampu menjadi bagian dari masyarakat yang produktif, mandiri, dan memiliki daya saing dalam meningkatkan kesejahteraan.
(Rara)

