UPDATE: Puluhan Orang Diamankan dalam Penggerebekan Gelper Game Zone Nagoya Batam
Puluhan orang terlihat diamankan dalam penggerebekan Gelper Game Zone Nagoya Batam oleh Bareskrim Polri. Polisi masih melakukan pemeriksaan dan penggeledahan.
BATAM – Penggerebekan gelanggang permainan elektronik (Gelper) Game Zone Nagoya di Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau, yang dilakukan tim Bareskrim Polri, Minggu (16/8/2026) dini hari, terus berkembang.
Berdasarkan pantauan dan dokumentasi video Batam24.com dari lokasi, puluhan orang terlihat diamankan dan dikumpulkan petugas untuk menjalani pemeriksaan dalam operasi tersebut.
Dalam rekaman di lokasi, sejumlah orang tampak berada di bawah pengawasan aparat. Beberapa di antaranya kemudian diarahkan dan diperiksa petugas di sekitar area Gelper Game Zone Nagoya.
Pengamanan di lokasi melibatkan personel kepolisian dalam jumlah cukup besar. Personel Gegana Brimob, anggota reserse Polda Kepulauan Riau, Polresta Barelang, hingga Polsek Lubuk Baja terlihat berada di sekitar lokasi.
Penggerebekan berlangsung sekitar pukul 01.00 WIB. Aparat melakukan pemeriksaan dan penggeledahan di dalam area permainan yang diduga berkaitan dengan aktivitas perjudian.
Situasi di lokasi saat operasi berlangsung terpantau ramai. Sejumlah kendaraan dan sepeda motor juga terlihat memenuhi area sekitar tempat permainan.
Meski puluhan orang terlihat diamankan, belum diketahui status hukum masing-masing orang tersebut, apakah sebagai saksi, pihak yang diperiksa, maupun pihak yang nantinya ditetapkan terkait dugaan tindak pidana.
Hingga berita ini diperbarui, belum diperoleh keterangan resmi mengenai jumlah pasti orang yang diamankan serta barang bukti yang disita dalam penggerebekan tersebut.
Batam24.com masih berupaya mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak Bareskrim Polri dan kepolisian setempat mengenai hasil penggeledahan, barang bukti, jumlah orang yang diperiksa, serta dugaan tindak pidana yang sedang didalami.
Berita ini akan kembali diperbarui setelah terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian.