Wakapolda Kepri Ajak Umat Katolik Jadi Pelopor Antinarkoba Saat Minggu Kasih di Batam
BATAM, Batam24.com – Wakapolda Kepulauan Riau Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., mengajak umat Katolik menjadi bagian dari gerakan bersama dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Minggu Kasih di Gereja Katolik Paroki Santo Petrus, Lubuk Baja, Kota Batam, Minggu (8/11/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung bersama jemaat tersebut, Anom menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Peran keluarga, tokoh agama, dan seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan untuk membentengi generasi muda dari ancaman narkotika.
Menurutnya, lingkungan keluarga menjadi benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Karena itu, masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap pergaulan anak-anak serta berani mengambil langkah pencegahan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.
Wakapolda juga mengingatkan bahwa Kepulauan Riau memiliki tantangan geografis tersendiri dalam pengawasan narkoba. Posisi Kepri yang berada di jalur strategis Selat Malaka serta memiliki wilayah perairan luas menjadikannya salah satu kawasan yang rentan terhadap masuknya narkotika, termasuk dari kawasan Golden Triangle.
Kondisi tersebut membutuhkan kewaspadaan dan kerja sama semua pihak. Ia mengajak umat Katolik tidak hanya menjaga keluarga masing-masing, tetapi juga berperan aktif menjadi pelopor gerakan antinarkoba di lingkungan tempat tinggal.
Anom turut menegaskan bahwa Polda Kepri tidak memberikan toleransi terhadap personel kepolisian yang terlibat narkotika. Anggota Polri yang terbukti menyalahgunakan maupun mengedarkan narkoba akan diproses dan diberikan tindakan tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Selain membahas pemberantasan narkoba, Wakapolda juga menyampaikan pesan kepada generasi muda yang memiliki cita-cita menjadi anggota Polri.
Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan personel kepolisian, khususnya di wilayah Polda Kepri, masih cukup besar. Oleh sebab itu, generasi muda diharapkan mulai mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi kesehatan, psikologi, maupun kemampuan akademik.
Kepada para orang tua, Anom mengimbau agar memberikan dukungan kepada anak-anak yang ingin mengikuti seleksi penerimaan anggota Polri. Ia memastikan proses rekrutmen dilaksanakan secara objektif, transparan, dan terbuka tanpa praktik titipan.
Polda Kepri juga membuka kesempatan pendampingan pemeriksaan awal bagi calon peserta sebagai bentuk dukungan agar mereka dapat mempersiapkan diri menghadapi tahapan seleksi.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh tindakan negatif di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi. Menurutnya, setiap persoalan harus disikapi dengan bijak tanpa mengambil jalan pintas yang melanggar hukum.
Ia juga mengaitkan pesan tersebut dengan homili Romo tentang pentingnya berjaga-jaga, berdoa, dan mempersiapkan diri menyambut hari Tuhan. Nilai-nilai keimanan, kata dia, hendaknya diwujudkan melalui perilaku yang menjunjung tinggi keadilan, kebenaran, kedamaian, serta kepedulian terhadap sesama.
Anom menegaskan bahwa Polri hadir untuk melayani seluruh masyarakat tanpa membedakan agama, suku, maupun golongan. Kehadiran polisi di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan, mempererat komunikasi, dan menciptakan hubungan yang harmonis.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Romo, Suster, Dewan Paroki, serta seluruh umat Gereja Katolik Santo Petrus atas sambutan dan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., menjelaskan bahwa Minggu Kasih merupakan bagian dari implementasi Quick Wins Kapolri Nomor 1 tentang Ruang Publik Aman melalui pendekatan Kumpul Bersama Masyarakat.
Program tersebut menjadi wadah komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat untuk menyerap aspirasi, mendengarkan keluhan, sekaligus memperkuat kemitraan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Nona juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan gangguan keamanan di lingkungan masing-masing. Polda Kepri menyediakan Layanan Kepolisian 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam.
Kegiatan Minggu Kasih tersebut turut dihadiri sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri, personel kepolisian, Romo, Suster, Dewan Paroki, serta umat Gereja Katolik Santo Petrus.
Melalui kegiatan ini, Polda Kepri berharap sinergi antara kepolisian dan masyarakat lintas agama semakin kuat. Sebab, menciptakan lingkungan yang aman dan bebas narkoba membutuhkan kepedulian, keberanian, serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
(Rara)

